Platform ini akan mati, nanti. Ibarat pohon, muncul dari dalam tanah, tumbuh, dewasa, lalu mati...kembali menyatu dengan tanah. Di dunia yang fana ini, semuanya bisa rusak dan yang hidup pasti mati. Namun, justru karena kefanaan itulah, setiap waktu yang kita miliki saat ini menjadi begitu berharga.

Saya tidak merawat 'pohon' ini agar ia hidup selamanya, melainkan agar ia tumbuh subur dan memberi makna selama waktu yang ia miliki. Begitu pula dengan kehidupan kita. Kesadaran akan akhir perjalanan bukanlah alasan untuk berputus asa atau berhenti berharap. Sebaliknya, kematian adalah pengingat yang paling jujur; ia mendesak kita untuk mencintai lebih dalam, bertindak lebih baik, dan benar-benar hadir untuk menikmati setiap embusan angin yang menggoyangkan dedaunannya hari ini.

Pada akhirnya, yang paling penting adalah bukan seberapa lama saya atau platform ini bertahan, melainkan jejak baik apa yang saya tinggalkan sebelum waktu saya habis.